PANTALA | Kegiatan
16
page,page-id-16,page-template,page-template-full_width,page-template-full_width-php,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-theme-ver-7.9,wpb-js-composer js-comp-ver-4.9.1,vc_responsive
 

Kegiatan

Menurut bidangnya, kegiatan PANTALA dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Pendidikan dan Latihan
    • Dalam tahap ini terjadi proses transfer ilmu dan kecakapan baik di dalam tubuh PANTALA sendiri maupun dari PANTALA ke sumber dari luar ataupun sebaliknya. Pendidikan dan latihan ini meliputi 5 materi dasar:
      1. Survival
        • Mengajarkan bagaimana cara bertahan hidup di alam bebas dengan memanfaatkan sarana yang diberikan oleh alam, mencari air, berburu, memilih jenis makanan, membuat tempat bernaung, menemukan jalan pulang, mengolah makanan. Materi terpenting untuk seorang pencinta alam.
      2. Camp Craft
        • Mengajarkan bagaimana mendirikan tempat beristirahat yang nyaman dan aman di alam bebas, pemilihan lokasi, bahan, jenis-jenis tenda, perawatan tenda.
      3. Tali Temali
        • Siswa akan diajarkan dan dilatih untuk dapat mengenali berbagai macam tali dan kegunaannya masing-masing, juga berbagai cara membuat simpul-simpul penting.
      4. P3K Praktis
        • Seluruh siswa ekstrakurikuler diajarkan untuk mampu memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan di mana saja dia berada.
      5. Navigasi
        • Pelajaran mengenai hal-hal dalam menentukan arah selama berada di alam.
  2. Petualangan dan Perjalanan
    • Melakukan aktivitas petualangan dan ekspedisi seperti:
      1. Praktek Pendidikan dan Latihan Dasar
        • Kegiatan ini dilakukan sebagai kelanjutan dari masa pendidikan dan latihan awal yang diberikan pada siswa-siswi yang baru masuk ekstrakurikuler ini pada 3 bulan pertama.
      2. Berkemah
        • Bermalam di alam bebas, biasanya di tempat-tempat sekitar Bandung, sekaligus mempraktekkan teori-teori yang sudah diajarkan.
      3. Panjat Tebing
        • Praktek pemanjatan tebing alam ataupun dinding panjat, dapat berlangsung di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan dinding panjat yang sudah ada ataupun di luar lingkungan sekolah.
      4. Menyelam
        • Penyelaman laut dangkal. Latihan snorkelling ini biasa dilakukan di kolam renang.
      5. Ekspedisi
        • Kegiatan yang menggunakan waktu liburan kenaikan kelas, umumnya memakan waktu 7 – 10 hari. Pada ekspedisi ini siswa akan diperkenalkan langsung pada alam bebas, beberapa kegiatan outdoor mungkin sekali dipraktekkan selama rangkaian ekspedisi.
  3. Observasi Lingkungan
    • Pengamatan serta analisa flora dan fauna, baik yang langka maupun yang populasinya masih banyak tersebar.